Rabu, 14 September 2011

Penerapan T = W - D


EQUATION OF HABITAT SYSTEM FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT

Fitur dari COE ini merupakan  persamaan untuk memaksimalkan perbedaan antara kesejahteraan (W) dan kerusakan lingkungan (D), yaitu Throughput (T) diperoleh dengan menerapkan Teori Kendala dari Dr Eliyahu M. Goldratt. Persamaan ini merupakan persamaan dasar untuk penilaian sistem dan manajemen.


Merupakan Sebuah Konsep Terpadu untuk Menentukan Solusi Optimal Dari Sistem

    (1)  Maximization of Welfare (W)

Dimaksudkan dengan memaksimalkan kesejahteraan ruang habitat (W), yang diwujudkan melalui pembentukan unsur teknologi yang berkaitan dengan lingkungan hidup, dan kuantifikasi penilaian sensibilitas. Yang didalamnya terdapat Efisiensi ( Efficiency ) dan Suffciency.

Efisiensi ( Efficiency ) adalah kenyataan untuk membawa berapa banyak kelimpahan dari energi yang sama. Kecukupan (Sufficiency ) adalah kenyataan bahwa berapa banyak energi yang telah digunakan pemakai. Efisiensi harus berorientasi untuk Sufficiency.

(2)  Minimization of Environmental Damage (D)


Meminimalkan kerusakan lingkungan (D) yang diwujudkan melalui penurunan kerusakan dari setiap proses daur ulang, menggunakan kembali, mengurangi risiko (seperti yang ditunjukkan pada lingkaran gambar).

Sebagai sumbu evaluasi dari kerusakan lingkungan umum dari aktivitas manusia, LCE itu, LCCO2, LCC, dan penggunaan ROS.


  
Strategi untuk meminimalkan kerusakan lingkungan adalah sebagai berikut;
1.        Pelayanan pada kehidupan
2.        Desain yang tidak mudah usang.
3.        Desain yang memiliki beberapa fungsi.
4.        Desain yang mudah untuk dipertahankan dan dilestarikan.
5.        Memilikibagian yang termodulasi dan mudah untuk membongkar.
6.        Mudah untuk didaur ulang atau digunakan kembali. (Jangan menggunakan bahan sintetis yang sulit untuk mendaur ulang.)
7.        Pembuangan metode yang tidak merusak lingkungan. (Misalnya Jangan gunakan bahan kimia mengganggu endokrin-.)







Contoh : 

Di Jepang, rumah berbagai eksperimen dibangun sebagai model tempat tinggal dalam masyarakat yang berkelanjutan dari tahun 1990-an. Bentuk rumah-rumah eksperimental sangat beragam mencerminkan berbagai tradisi dan berbagai industri perumahan. Akibatnya bahkan bahan bangunan yang digunakan pun beragam




                                     











Salah satunya adalah Pemakaian bahan yang ditunjukan pada rumah kayu (Gambar 3) dan yang lainnya adalah baja (Gambar 4), aluminium (Gbr.5) dan rumah yang menggunakan batu bata (Gbr.6). Selain itu juga terdapat sebuah bangunan eksperimental yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah model perumahan di daerah kota yang tinggi nilai kepadatannya, Sehingga Infrastruktur dan Transportasi Jepang ingin memajukan pengembangan habitat  berkelanjutan yang dapat mengurangi 50% emisi CO2 yang berasal dari konsumsi energi dibandingkan dengan nilai rata-ratanya pada tahun 2000 (Gambar 7).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;